Agenda Kegiatan

Event :: Puskesmas Sedati Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo.
22March

ORIENTASI P4K BAGI KADER

08:30 | Dilihat 6 kali

Hari Selasa, 22 Maret 2022 Puskesmas Sedati mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh kader kesehatan di wilayah Kecamatan Sedati terkait Orientasi Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) yang dijelaskan oleh Ibu Siti Hidayatul Aliyah selaku Bidan Koordinator Puskesmas Sedati.

Program P4K adalah Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan persiapan menghadapi komplikasi pada saat kehamilan termasuk perencanaan pemakaian alat/obat kontrasepsi pasca kehamilan. Program P4K dilakukan dengan cara menempelkan stiker dirumah ibu hamil. Stiker program P4K akan ditempel dirumah ibu hamil, maka setiap ibu hamil akan tercatat, terdata dan terpantau secara tepat. Stiker P4K berisi data tentang nama ibu hamil, taksiran persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan, pendamping persalinan, transport yang digunakan dan calon donor darah.
 
Setelah didata dengan menggunakan stiker, ibu hamil akan diberikan buku KIA. Buku KIA adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Buku KIA berisikan catatan kesehatan ibu hamil (hamil, bersalin dan nifas) dan anak bayi (bayi baru lahir s/d usia 6 tahun) serta berbagai informasi cara memelihara kesehatan ibu dan anak. Data yang ada dalam stiker dan buku KAI akan memudahkan suami, keluarga, kader, tenaga kesehatan dan bidan di lingkungan setempat dalam memantau secara intensif keadaan dan perkembangan kesehatan ibu hamil. Hal tersebut dimaksudkan agar ibu hamil mendapatkan pelayanan yang sesuai standar pada saat antenatal, persalinan dan nifas. Sehingga proses persalinan sampai nifas termasuk rujukannya dapat berjalan dengan aman dan selamat, tidak terjadi kesakitan dan kematian ibu serta bayi yang dilahirkan selamat dan sehat.
 
Selain itu, program P4K juga mendorong ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan, bersalin, pemeriksaan nifas dan bayi yang dilahirkan oleh tenaga kesehatan terampil termasuk skrining status imunisasi tetanus lengkap pada setiap ibu hamil. Ibu hamil juga akan diedukasi untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dilanjutkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.