Info

Information :: Puskesmas Sedati Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo.
Puskesmas Sedati15-Jun-2022 | Dibaca 1 kali

ASEAN Dengue Day ( Hari Demam Berdarah ASEAN )

Sejak tahun 2010, negara-negara anggota Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN memperingati hari Demam Berdarah Dengue atau DBD. Mengingat negara-negara ASEAN merupakan daerah endemik DBD. Hari DBD ditetapkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 di Hanoi pada 30 Oktober 2010 yaitu setip tanggal 15 Juni. Adanya gagasan diatas merupakan bentuk tindak lanjut dari pernyataan WHO. Tujuan peringatan hari DBD adalah untuk meningkatkan komitmen nasional dan antar-anggota ASEAN pada upaya pengendalian demam berdarah. Baik pencegahan, penanggulangan, hingga tata laksana. Sehingga angka kejadian dan kematian akibat DBD dapat ditekan.

Seperti yang telah diketahui Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti & Aedes albopictus betina. Virus dengue terbagi menjadi 4 jenis yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4.

Tanda / Gejala Penyakit Demam Berdarah, terbagi menjadi tiga jenis :

  1. Gejala demam berdarah klasik
    • Demam tinggi hingga 400C
    • Sakit kepala parah
    • Nyeri pada retro-orbital (bagian belakang mata)
    • Nyeri ulu hati, otot & sendi
    • Mual dan muntah
    • Ruam (muncul setelah demam hari ke-4)
  2. Gejala dengue hemorrhagic fever
    1. Meliputi gejala DBD klasik, ditambah :
    2. Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
    3. Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit, menyebabkan memar berwarna keunguan
  3. Gejala dengue shock syndrome

Meliputi semua gejala demam berdarah klasik dan dengue hemorrhagic fever, ditambah :

  • Kebocoran di luar pembuluh darah
  • Perdarahan parah
  • Shock (tekanan darah sangat rendah)

Segera bawa ke rumah sakit, apabila mengalami tanda/gejala :

  • Demam tinggi 3 hari terus menerus
  • Nyeri perut / muntah
  • Terjadi perdarahan
  • Tidak enak badan (lesu, mengantuk / kesulitan bernapas)
  • Nafsu makan / minum buruk
  • Kedinginan yang ekstrem

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk penanganan penderita DBD ringan / rawat jalan

  • Istirahat di tempat tidur dan kurangi aktivitas
  • Penggantian cairan
    • Anak umur 1 tahun atau BB > 10 kg = 1 L / hari.
    • Anak BB > 40 kg = 2 L / hari
  • Pastikan anak mengeluarkan cukup air tiap hari
  • Berikan cairan dengan garam dan gula (cairan rehidrasi oral, air kelapa, sup, kanji, jus buah, dan bubur)
  • Kompres hangat dapat dilakukan untuk mengendalikan demam
  • Minum obat yang diberikan tenaga kesehatan secara teratur dan sesuai dosis

Peringatan ASEAN Dengue Day 2022 menjadi salah satu ajang untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat di negara Asia Tenggara untuk mampu mencegah penyebaran penyakit DBD dengan menerapkan 3M plus, Yaitu:

  1. Menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air.

  2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah.

  3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang)

Diantara langkah Plus yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

  • Menggunakan obat anti nyamuk

  • Gotong Royong membersihkan lingkungan

  • Periksa tempat-tempat penampungan air

  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi

  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar

  • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup

  • Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras

  • Menanam tanaman pengusir nyamuk

 

sumber : https://promkes.kemkes.go.id/asean-dengue-day-2022